Bersikap Optimis Sekalipun Dalam Sumber Badai


2012 dan sekarang 2014, artinya sudah hampir 2 tahun blog saya ini terbengkalai. Oke-lah, memulai kembali menulis di awal tahun ini. Sedikit ingin berbagi cerita pengalaman saya ketika menjajakan kaki di kota pahlawan. Ini buka pertama kali saya menjajakan kaki di sana, mungkin ke dua atau ke tiga kalinya entahlah saya lupa tepatnya. Tepatnya di penghunjung tahun 2012, Allah memberi kesempatan kepada saya untuk lebih banyak belajar kembali. Memantapkan niat untuk mengikuti salah satu kompetisi menulis di Universitas Airlangga dalam ajang Airlangga Ideas Competition 2013 menghantarkan kami (saya dan teman saya) lolos hingga babak final presentasi.

Satu tantangan bagi saya ketika sedang minggu-minggu penuh ujian, tumpukan koreksian sebagai asisten dosen harus saya tinggalkan sejenak. Ketika pulang pasti sudah banyak sekali pekerjaan bagi saya. Tapi entah ada yang berbeda ketika kompetisi ini, saya begitu yakin dan mantap untuk pergi sekalipun tidak mendapat dana dari pihak universitas. Saya pernah ingat ada seseorang yang memberi nasihat kepada saya “Sebenarnya kesulitan memberi kesempatan kita untuk menjadi pribadi tangguh”. Mungkin kita berfikir bahwa hidup ini akan terasa nyaman dan bahagia jika tanpa rintangan. Padahal, setiap kesulitan yang datang, akan memberi peluang dalam memperkaya pribadi kita baik kaya ilmu, pengetahuan dan pengalaman.

Ibarat seorang pendaki gunung, saya dan teman saya hari itu siap berangkat ke surabaya dengan tekad ingin menaklukan sebuah gunung, bagaimana tidak sebuah universitas yang sering menggondong hadiah dalam lomba sejenis ini sudah siap menghadang kami layaknya sebuah gunung (agak sedikit lebay hehe). Kamis malam kami tiba di surabaya dan jumat pagi kami presentasi. Alhamdulillah tekad kami membuahkan hasil, kami pulang dengan membawa tekad kami ingin menjadi nomor 1. “Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustkan (QS. Ar-Rahmaan : 13)”, hanya satu ayat ini yang tersirat di otak saya kala itu, segala puji bagi Allah yang maha berkehendak atas segala sesuatu di bumi dan di langit ini. Jujur saya dan rekan saya tidak memiliki persiapan sama sekali, ketika kami datang kami sempat melihat beberapa tim yang sedang latihan untuk presentasi besok atau merancang prototipe untuk presentasi besok. Lantas apa yang kami lakukan? Badan lusuh, muka kucel, baju bau keringkat mengejar ke surabaya selepas agenda di semarang dan paginya ujian di solo. Hanya tekad dan usaha semaksimal mungkin yang bisa di lakukan. “Bersikaplah optimis sekalipun berada dalam sumber badai”, teringat kembali sebuah tulisan itu yang menginspirasi saya. Jika kita mengatakan “aku bisa” setidaknya kita sudah menjadi sesuatu menjadi positif yang akan memberi dorongan kita untuk berhasil.Pada dasarnya bersikaplah optimis dan realistis, jangan suka mengeluh. Mengeluh menunjukan bahwa tekad dan kepribadian kita menjadi lemah. Sebaliknya, optimis akan menjadi bahan bakar pendorong yang akan mengantarkan kesuksesan. Tentu optimis yang dilengkapi dengan usaha nyata dan doa, doa pada sang maha pemberi dan maha berkuasa atas segala sesuatu di bumi dan di langit ini  🙂

Anda Bisa

Iklan
By Al-Kaimiyah Project

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s