Ceker Ayam sebagai Pengawet


…You will never know the true answer, before you try….

Sedikit berbagi pengalaman riset saya mengenai ceker ayam sebagai pengawet. Jujur riset ini terinsipirasi dari tidur. Saya memang seperti itu, terkadang suka bermimpi yang sedikit ekstream tidak seperti dunia walk disney yang bermimpi di sebuah kerajaan dan pergi ke hutan dengan kuda putih yang gagah.

Menurut saya mimpi adalah skenario dari sugesti yang kita pikirkan. Memang benar, sebelum tidur saya sempat membaca maraknya penggunaan formalin untuk mengawetkan daging ketika menjelang hari raya besar. Miris memang, di saat orang-orang seharusnya bahagia tanpa sadar mereka di racuni secar diam-diam.

Melihat semua itu, saya bermimpi mengembangkan pengawet dari ceker ayam ini dengan memanfaatkan gelatin menggunakan sistem hidrogel. Saya sedikit copas tulisan mengenai riset saya ini yang telah dimuat dalam beberapa media lokal

———-

Ganjar mengungkapkan, untuk mendapatkan gelatin, ceker ayam memang harus diolah terlebih dahulu dan diambil proteinnya. Berdasarkan penelitian, protein dalam kandungan ceker ayam mencapai 22,92 persen. Nah, untuk mendapatkan serbuk pengawet, ketiganya melakukan beberapa proses.

“Ada dua macam proses, yakni hidrolis basah dan asam. Namun yang dipilih adalah proses hidrolis asam dengan menggunakan asam klorida,” Ganjar mengimbuhkan.

Menurut Ganjar, proses hidrolis asam, menggunakan teknik degreasing, yakni membersihkan lemak atau kotoran yang menempel. Setelah bersih dari lemak, ceker ayam lalu direndam dengan HCL berkonsentrasi 3-5 persen selama dua hari. Perendaman ini bertujuan melunakkan tulang ceker ayam.

Tahap selanjutnya adalah ekstraksi untuk mengambil gelatin. Gelatin yang terkumpul lalu dikeringkan dengan oven bersuhu 100 derajat celcius.

“Dari hasil gelatin, didapat 9-10 persen dari berat ceker ayam. Atau, satu ons ceker ayam akan menghasilkan satu gram gelatin dalam bentuk serbuk,” jelasnya.

Untuk mengawetkan daging atau ikan, serbuk gelatin tadi dicampur air dengan perbandingan 1:1. Kemudian, oleskan cairan serbuk gelatin itu ke daging atau ikan hingga tertutup rapat.

———

If you have any quetions, please don’t hesitate to contact me by email or leave your comment on the post. I always welcome to open discuss about it.

Salam, mari kita bangun ketahanan pangan nasional di Indonesia. Semangat berkarya anak muda.

IMG-20140210-00446

 

Iklan
By Ganjar Journals

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s