Perjalanan Magister 1 : Beasiswa LPDP


LPDP atau Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan merupakan salah satu beasiswa yang cukup banyak diminati oleh pelajar Indonesia bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral. Termasuk saya pribadi, beasiswa ini memang sudah saya ketahui bahkan sudah sedikit demi sedikit saya pelajari semasa saya kuliah di S1. mempelajari bagaimana mekanisme seleksinya dan tentu saja persyaratan untuk mendaftar beasiswa ini baik Dalam Negeri (DN) maupun Luar Negeri (LN).

Melanjutkan pendidikan ke jenjang magister bahkan doktor memang menjadi impian dan target dalam kehidupan saya. Tentu saja pola pikir di jenjang magister dan doktoral akan lebih di tuntut dibandingkan dengan S1. Satu hal yang saya syukuri bahwa kuliah telah mengubah banyak pola pikir saya. Di masa-masa akhir studi S1 saya lebih giat mempelajari beasiswa LPDP ini. Sekedar info beasiswa ini di buka 4 kali dalam setahun yaitu Februari, Mei, September dan November. Persyaratan sudah saya tulis di buku sakti saya termasuk english proficiency TOEFL/IELTS yang diperlukan dan satu lagi ternyata beasiswa ini memerlukan ijazah dan transkip nilai.

Saya memang berencana mendaftar beasiswa LPDP di awal tahun 2016, tetapi saya mendapat kabar dari  seseorang bahwa pendaftaran beasiswa ini diperpanjang hingga awal bulan  Oktober. Angin segar ini sungguh sangat benar-benar menyegarkan. Saya langsung menyiapkan semua persyaratan yang diperlukan seperti Ijazah, transkip nilai, sertifikat bahasa inggris (TOEFL/IELTS) resmi dari ETS, Surat sehat dan bebas narkoba dari instansi pemerintah, surat rekomendasi profesor dan tokoh masyarakat yang tentu saja sangat mengenal akademis dan kegiatan kita, surat pernyataan dan 2 Esai (Kontribusiku untuk indonesia dan Sukses Terbesar dalam Hidupku). Oh iya.. satu lagi sertifikat prestasi nasional/internasional dan beberapa publikasi artikel terindeks scopus pun saya lampirkan karena saya mendaftar jalur prestasi nasional/internasional. Semua dokumen saya upload di web LPDP dan tinggal menunggu pengumuman. (Check lengkap persyaratan bisa di web wwww.lpdp.depkeu.go.id)

Sekitar bulan November saya mendapat kabar dari tim LPDP melalui email dan akun pribadi yang menyatakan bahwa saya lolos administrasi. Beberapa persyaratan terbaru termasuk dokumen-dokumen asli yang saya upload mulai saya persiapkan. Minggu-minggu menjelang seleksi tahap selanjutkan memang berat bagi saya karena harus bolak-balik Semarang-Bandung untuk mengurus persyaratan yang baru seperti SKCK dan tentu saja ketika hari H seleksi. Saya putuskan hanya izin 1 hari saja, jadi saya berangkat Selasa malam dari Semarang sampai Bandung Rabu Pagi dan langsung ke tempat ujian di Kementrian Keuangan Kota Bandung. Sampai di TKP, saya melihat peserta lain sudah berkumpul dengan pakai rapi dan wajah penuh optimis. Coba bandingkan dengan saya penampilan seperti apa, mata ada garis hitam (bayangkan sendiri ya..). Bi’idznillah pokoknya, saya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin soal hasil biar Allah yang menentukan.

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d : 11)

Sedikit sharing bagaimana seleksi tahap ini. Jadi tahap ini terbagi 3 seleksi yaitu on the spot writting essay, LGD  (Leaderless Group Discussion) dan wawancara.

On the spot writting Essay

Pada seleksi ini peserta akan diberikan topik secara acak entah bidang sosial, politik, ekonomi, teknik dan sains. Dan saya mendapatkan tema mengenai bidang sosial tepatnya konflik antar agama di Papua. Peserta diberikan waktu 30 menit untuk menuliskan esai. Saran saya tuliskan esai-esai dengan sudut pandang netral dan membangun (red:positif) dan jangan lupa berdoa. 5 Menit pertama saya gunakan untuk membuat mind map yang akan saya tulis karena hal ini membuat saya lebih mudah dalam menulis dan membuat keterpaduan antar paragraf yang cukup lumayan di waktu yang singkat seperti itu.

LGD (Leaderless Group Discussion)

Selesai seleksi on the spot writting essay, seleksi berikutnya adalah LGD. Di seleksi ini, peserta akan di bagi dalam beberapa kelompok tim LGD (satu kelompok terdiri 8/9 orang dengan berbagai disiplin ilmu). Pada seleksi ini satu tim kelompok akan diberikan suatu tema secara acak pula. Waktu yang diberikan relatif panjang sekitar 50 menit (10 menit untuk membaca materi/berita yang akan didiskusikan dan 40 menit untuk berdiskusi). Saran saya karena ini LGD bukan FGD jadi usahakn jadi terlalu mendominasi, ketika berpendapat jangan terlihat menjatuhkan orang lain walau sekalipun tidak sependapat cobalah cari bahasa yang lebih halus. Sesi ini adalah milik kita, LGD ini hanya di awasi oleh 2 orang psikolog yang hanya mengamati kita. Perbanyak membaca berita-berita terbaru yang sedang menjadi hot issue di Indonesia.

Wawancara

Wawancara bisa dibilang adalah seleksi inti dari tahap ini. Tapi, jangan meremehkan essay dan LGD. Tetap harus memberikan usaha semaksimalkan mungkin. Wawancara akan dihadapkan dengan 3 orang (1 orang dibidang study kita, 1 orang psikolog dan 1 orang dari pihak LPDP). Saya tak akan banyak bicara di sesi ini karena setiap orang berbeda-beda. Sedikit saran be your self, be honest, more learn about your vision and mission, your social activity and everything about your self. Jujur saya pribadi seperti di jatuhkan berkali-kali oleh psikolog di sini, memancing emosi tetapi saya mencoba mengontrol emosi saya dengan tersenyum 🙂

Wawancara adalah penutup tahap ini. Jujur secara pribadi saya merasa tak maksimal di seleksi ini, kurang persiapan tapi waktu sudah berlalu. Saya hanya berdo’a dan meminta restu orang tua. Tak sabar menanti pengumuman hasil seleksi ini. Hari pengumuman seleksi pun tiba tepat 10 Desember 2015, hari yang dinanti-nanti ini karena akan menjadi jawaban melanjutkan magister atau tidak.

Sesekali saya mengecek email dan HP tetapi tak ada email dari pihak sana. Hampir berputus asa memang, tetapi tetap optimis dan yakin bahwa saya bisa S2 entah melalui beasiswa LPDP ini atau yang lain. Email yang ditunggu-tunggu masuk dan hasilkan selamat Anda dinyatakan LULUS. Rasa bersyukur saya ucapkan, bersyukur kepada Allah Subhana wa ta’ala karena dia yang Maha Berkehendak, orang tua, teman-teman kuliah dan komunitas terima kasih atas segala dukungannya. Semoga ilmu ini akan bermanfaat kelak untuk umat aamiin

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban yang artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman : 13)

LPDP

Email pemberitahuan kelulusan dari pihak LPDP

Semarang, 12 Desember 2015

Ganjar Fadillah

Alumni Kimia FMIPA UNS dan Awardee LPDP Afirmasi Batch 3 2015

Iklan
By Ganjar Journals

2 comments on “Perjalanan Magister 1 : Beasiswa LPDP

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s