Extrance Exam & Interview Osaka-U, Jepang


     “Nothing is impossible. Anything can happen as long as we believe.”

    Menuntut ilmu di Negeri Sakura (red:Jepang) adalah salah satu impian saya. Mengapa saya memilih Jepang? Kita tau bahwa Jepang adalah salah satu negara dengan kemajuan teknologi yang pesat dan maju dalam bidang sains, selain itu juga Jepang adalah salah satu negara dengan peraih nobel terbanyak di Asia.

     Sebenarnya bukan kali pertama saya mencoba mendaftar Universitas di Jepang. Sejak lulus dari Sekolah Analis Kimia, sebenanarnya saya tertarik untuk melanjutkan pendidikan S1 saya di Jepang. Tetapi qadarullah, rezeki saya masih di Indonesia sehingga saya melanjutkan pendidikan S1 saya di Kimia, UNS (Universitas Sebelas Maret), Solo. Selama kuliah saya sering menghadiri seminar-seminar beasiswa khususnya para mahasiswa yang kuliah di Jepang. Dari berbagai informasi itu saya simpulkan bahwa mencari profesor adalah point sangat penting untuk melanjutkan study ke Jepang.

     Lulus dari S1 adalah momentum bagi saya, saya mencoba menghubungi salah satu profesor yang ahli dalam bidang analytical chemistry di Osaka University, Jepang. Tak menunggu lama saya mendapat balasan email dari beliau dan mendapatkan respon positif. Tetapi pendaftaran S2 di sana sudah di tutup/belum di buka ketika saya menghubungi beliau. Satu hal lagi, beliau menjelaskan bagaimana mahalnya biaya di Jepang sehingga saya di sarankan mendapatkan beasiswa. Langkah awal yang cukup baik menurut saya, mendapatkan respon yang baik dan beliau begitu peduli terhadap saya.

     Beberapa bulan berlalu, saya sibuk bekerja dan sedikit lupa akan email itu. Tetapi beliau menghubungi saya dan memberi tau pendaftaran telah di buka Desember 2015. Satu hal yang patut saya syukuri bahwa beliau mengirimkan saya LoA (Letter of Acceptance) conditional ke saya. Saya tak mau mengecewakan beliau akhirnya saya mempersiapkan dan mendaftar dalam program SISC (Special Integrated Science Course) Osaka University.

     Semua dokumen, rekomendasi 2 profesor asal Indonesia, statment of purpose dan LoA conditional saya kirimkan ke pihak admission office Osaka. Beberapa minggu pihak Osaka-U menghubungi saya dan mengundang saya untuk mengikut ujian masuk tes bidang kimia (Kimia Anorganik-Analitik, Fisik dan Organik) serta teleconference interview. Jujur ini adalah pengalaman pertama bagi saya, walaupun sebelumnya saya sempat mendaftar di KFUPM (King Fahd University of Petroleum and Minerals) Saudi Arabia, tapi seleksi ujian masuknya sangat berbeda hehe. Bermodal internet saya mencoba mencari tau dari berbagai mahasiswa di Jepang sistem interview yang digunakan seperti apa. Saya mencoba me-list beberapa persiapan yang harus dilakukan dan jenis pertanyaan.

    Hari ujian masuk pun tiba, ujian dilaksanakan secara serentak di Indoensia tepatnya di ITB dan di Jepang tepatnya di Osaka-U. Secara pribadi, saya kagum melihat gambaran tempat berkuliah di sana melalui skype, tempat yang bersih dan teratur nampak terlihat di layar. Dan satu hal, semua peserta datang di waktu yang tepat sepertinya Jepang sudah terkenal dengan kedisiplinannya. Secara pribadi, extrance examination saya merasa tak bisa maksimal. Banyak sekali soal-soal yang tidak bisa saya kerjakan khususnya dalam bidang Kimia Fisika (Termodinamika). Ya, mau bagaimana ini memang kemampuan dengan persiapan yang mendadak (belajar di selingan waktu sepulang bekerja).

     Tapi, hal yang di luar dugaan saya adalan interview. Saya berfikir interview lebih mengarah ke arah personality dan motivation. But this is the wrong mindset haha. Saya di hadapkan dengan 4 orang Profesor yang ahli dalam bidang Kimia dan 1 orang calon sensei saya. Sungguh pertanyaan di luar dugaan saya, saya benar-benar di tanya secara teoritis kimia seperti Kimia Organik saya di tanya subsitusi nukleofilik di aromatik, pengarah ortho, metha dan para dan masih banyak ; Kimia Fisik terkait HK. Termodinamika 1,2,3 dan lain-lain ; Kimia Anorganik terkait VSPER , bond order. Memang sangat di luar dugaan dan saya saat itu pasrah sekali dengan semua jawaban saya.

     Pengalaman ini sangat berharga bagi saya untuk ke depannya. Bukan lagi masalah lulus dan tidaknya bagi saya, tetapi lebih apa yang saya dapat setelah proses ini. Manusia hanya bisa berusaha sesuai dengan kemampuannya. Tentu saja, Allah yang tetap menentukan, Allah lah yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu yang menimpa hambanya. Bahkan Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, semuanya tentu mengandung hikmah dan tidak ada yang sia-sia. Allah SWT berfirman: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka…” (Ash-Shaad [38] : 27).

Begitu juga disaat Allah memberikan manfaat (kebaikan) atau suatu kesulitan (musibah) pada seseorang, tentunya hal ini juga pasti mengandung hikmah didalamnya. Untuk itu kita harus selalu berhusnuzhan (berprasangka baik) terhadap segala sesuatu yang telah Allah tetapkan kepada para hamba-Nya dan apapun hasilnya hasil ujian ini semoga saya termasuk orang-orang yang bersyukur, aamiin.

 

Salam,

Ganjar Fadillah

Alumni Kimia UNS dan Awardee LPDP Afirmasi Batch 3 

Iklan
By Ganjar Journals

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s