Project 12 : Anugerah yang sering dilupakan

Sedikir repost catatan lama saja , semoga bermanfaat ..

**

Mendungnya langit jelas tidak bisa disembunyikan oleh terangnya matahari, saat itu waktu telah menunjukkan pukul 2 siang. Mendung juga yang menyebabkan saya memutuskan untuk pulang lebih cepat dari “bolang” saya di kampus impian saya.

Sekeluar kampus dan sedikit berjalan kaki sambil mencari angkot, mata saya tertuju satu tempat yang ingin saya memasukinya. Yah itu dia Kebun Binatang..

Saya ingat terahir ke kebun binatang sekitar SD an, dan sekarang sudah lulus SMA. Berapa tahun saya sudah tak berkunjung ke tempat itu?

Ok ! saya memutuskan untuk berkunjung ke tempat itu, walau langit agak mendung.. tapi saya suka.. inilah yang saya suka dari Bandung, langit mendung dengan selimut hitamnya, angin dingin diantara pohon-pohon.. Sungguh nikmat sekali.. Alhamdulillah..

Saya beli tiket dan masuk. Setelah masuk ternyata benar, banyak sekali perubahan ketika saya terahir ke sana (Iyalah secara hampir 6 tahun). Berkeliling melihat sana sini, “hujan” gumamku dalam hati. Alhamdulillah hujan “allahumma shoyyiban naafi’aan”. Hujan deras waktu itu, tak hanya saya yang berdiri dengan sedikit baju agak basah di tempat berteduh waktu itu, saya lihat banyak anak-anak TK (masih lucu-lucu 😀 ), bapak-bapak, ibu-ibu, remaja..

Sambil nunggu hujan ngobrol sana sini sama seorang pengunjung lain seorang Bapak-Bapak yang sedang berteduh juga, dengan sedikit menggerutu Bapak itu bilang “wah hujan kieu sep, iraha rootna ieu mah” sambil menghela nafas kemudian Bapak itu menambahkan “riweuh musim hujan mah, rek ulin ge hese”. Saya tersenyum J (belum tentu saya setuju lho Pak !!).

**

HUJAN !! ini lah yang akan saya bahas ..

Saat banjir menggenangi sebagian besar ibukota mayoritas dari kita yang terkena musibah tersebut serempak menyebutkan hujan sebagai penyebab utama dari banjir.Hampir semua sepakat bahwa hujanlah biang keladinya baik hujan langsung di ibukota maupun hujan kiriman dari Bogor. Kita tiada henti menghujat hujan seakan lupa kontribusi kita kepada banjir dimana pembangunan kota lebih menitikberatkan keuntungan materi dibanding penataan yang baik ataupun kontribusi kita dalam membuang sampah ke kali, got ataupun saluran kota lainnya.

Sebegitu bencinyakah kita terhadap hujan? 

Salah contohnya Bapak tadi yang menggerutu turunnya hujan, mungkin saya juga pernah tanpa saya sengaja tiba-tiba mengeluh ketika hujan turun.

Saya ingat ketika saya masih menempuh pendidikan SMA di Bogor seorang teman dengan setengah bercanda mengatakan, “kalau memang hujan merupakan rejeki yang diberikan sebagai ganjaran karena kita banyak beristighfar kenapa kok hujan malah menimbulkan banyak bencana seperti banjir misalnya, lalu dimana letak hujan sebagai rejeki?.”

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita menyimak

ayat Al-Quran yang meyebut tentang hujan. Allah berfirman:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh:10-12)

Ketika Allah memberikan hujan sebagai ganjaran dari permohonan ampun kita padaNya. Apakah layak jika kita membenci hujan? menyalahkan hujan? Bahkan marah pada hujan ??? .

Ilmu kita tidaklah dapat menjangkau banyak hal yang terkait kehendak Allah. Terkadang akal dan logika mempermainkan kita dalam memahami ayat-ayatNya.Lupakah kita bahwa tanpa adanya hujan betapa panasnya bumi saat kita bertebaran mencari rejeki disiang hari, para petani menatapi sawahnya yang kering, pepohonan mengering menunggu ajal, Wadukpun kekurangan tenaga untuk membangkitkan listrik.

Turunnya hujan merupakan rejeki bagi para petani yang tanamannya kekeringan, para peternak yang hewan peliharaannya kehausan, oleh kita yang sedang kepanasan diteriknya matahari ataupun dengan terpenuhinya waduk-waduk sebagai sumber pembangkit listrik. Rejeki dari hujan sebagian yang dapat dirasakan langsung oleh kita. Lalu apakah hanya sebesar itu rejeki yang diperoleh dari hujan ??? dimana hanya bisa dirasakan oleh sebagian makhlukNya ???

Hadist dari Rasullullah Shallallahu’alaihi wasallam, sebagaimana berikut ini:

Ibnu Qudamah, mengatakan: “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:,’Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan:

[1] Bertemunya dua pasukan,

[2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan

[3] Saat hujan turun’.”

(Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi)

Dari Hadist diatas setidaknya bisa menjawab letak hujan sebagai rejeki, memang tidak dalam bentuk materi secara langsung melainkan jauh lebih besar daripada itu dimana kita diberikan kesempatan untuk berdoa yang mana doa tersebut akan dikabulkan olehNya. Dan sebagaimana kita juga tahu kebutuhan masing-masing kita pastinya berbeda. Dalam doa kita bisa meminta sesuai dengan kebutuhan kita (tentunya harus sesuai dengan adab berdoa).

Terkadang kita berusaha mencari waktu yang baik untuk berdoa, seperti sepertiga akhir malam, doa saat berbuka puasa, doa antara adzan dan iqomah, doa pada hari arafah dan waktu-waktu lainnya sebagaimana yang dijanjikan Allah. Waktu-waktu tersebut harus ditunggu dan dipersiapkan sebelumnya misalnya tidur tidak terlalu malam dan menyalakan weker untuk bangun di sepertiga malam, atau menunggu selama setahun untuk berdoa di hari arafah dan sebagainya.

Khusus waktu mustajab saat hujan turun merupakan waktu yang dapat datang tiba-tiba dan bisa saja tidak pada waktu yang disebutkan sebelumnya dan tanpa perlu persiapan apapun. Tiba-tiba saja hujan dapat turun dan menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa.Disinilah letak besarnya karunia Allah untuk kita sekaligus merupakan jawaban dari hamba-hambanya yang kerap beristighfar. DiberikanNya waktu untuk kita berdoa yang dijanjikanNya akan dikabulkan. Lalu apakah kita akan tetap membenci hujan dan melupakan Anugrah dan karuniaNya ?????

 

Allahu’alam..

Iklan
By Al-Kaimiyah Project

Project 11 : Just Simple, postive or negative

Seseorang baik terkadang mendapatkan kegagalan. Ataupun sebaliknya seseorang yang buruk justru mendapatkan kesuksesan. Kejadian seperti sering kali kita
jumpai. Apakah menurut Anda hal ini adil?. Tetapi tunggu dulu sebelum kita menilai hal ini tidak adil. Jauh sebelumnya ada satu hal yang bisa saja tidak kita ketahui.

Seperti bagaimana cara yang mereka meraih kesuksesan, apa saja yang mereka lakukan sehingga membuat mereka
berhasil. Prasangka buruk kita justru menghilang positivisme diri kita. Dari hal itulah alasan mengapa kita belum meraih kesuksesan.

Kehidupan mungkin dapat diibaratkan sebagai pelajaran
matematika atau kalkukus lah (ningkat dikit, kan sudah kuliah hhe). Ada positif, ada pula negatif. Positif dapat berubah menjadi negatif tergantung dari rumus apa yang kita kerjakan, begitu pula sebaliknya. Jadi, tidak peduli bagaimanapun kita, apakah kita BAIK, LEBIH (positif) atau kita BURUK, KURANG (negatif). Segala hasil yang kita raih tergantung dari rumus kehidupan apa yang kita pakai, rumus yang BENAR atau rumus yang SALAH.

Waktu akan selalu memberikan kita jawaban apakah kita sudah menggunakan cara yang benar atau tidak. Tetapi waktu juga lah yang akan menentukan masih adakah kesempatan bagi kita yang salah. Kita sangat bersyukur apabila kesempatan itu masih ada tetapi jika tidak, hanya penyesalan yang tersisa. Jadi selama kita masih punya kesempatan, gunakan dengan benar untuk sebuah hasil yang benar pula.

Jadi Segala hasil yang kita raih tergantung dari rumus kehidupan apa yang kita pakai, rumus yang BENAR atau rumus yang SALAH..

Salam hangat sobat

By Al-Kaimiyah Project

Project 10 : Kebahagian itu Sederhana

Dear All,

Hari ini saya mendapat e-mail dari seorang sahabat dari tetangga provinsi sebelah yaitu Jatim. Dia bercerita tentang kebahagian yang dialaminya dalam peristiwa-peristiwa sederhana di dalam hidupnya.. Moga menjadi sumber inspirasi bagi kalian dan saya dalam melihat dan menjalani hidup ini..

———

KEBAHAGIAAN ITU SEDERHANA..

Sebuah kalimat yang pernah saya baca di salah satu mailing list. Yup, kebahagiaan itu sangat sederhana, bahkan disaat saya berada di Solo, ditengah tengah kesibukan kuliah saya menjelang akhir semester, ditengah tengah masalah yang menghimpit bahkan hampir saja saya lari menghindar dari masalah itu – tapi mau tidak mau saya pun harus menghadapinya…..ternyata, saya pun tetap mengalami kebahagiaan yang sangat menyenangkan. Bahkan kebahagiaan itupun amat sangat mudah untuk saya dapatkan. Tiap pagi – pergi dan sore bahkan malam pulang kuliah, saya melewati daerah dimana pepohonan begitu rimbun dan hijaunya dikampusku, saya menikmati dan menghirup udara yang masih bersih bebas dari polusi, ternyata…saya mendapatkan kebahagiaan dari situ….. Di suatu malam, disaat aku menatap langit, aku melihat bintang bintang…iiihh…ternyatahari ginih di Solo masih ada bintang juga? Dan aku pun merasakan kebahagiaan pada saat itu…. Saat melihat indahnya budaya kota Solo, riuk pikuknya budaya kota Solo saat dipameran lukisan cat air malam tadi..

Ini saat berada di pameran lukisan, senyum bahagia :)

Di motor dari kosan menuju Balai Soedjatmoko tempat pameran lukisan , saya mendengarkan seorang Bapak yang bersyair sambil mengendarai motornya….. bertutur…dengan celotehnya yang membuat saya tersenyum…aaahhh..ternyata dalam perjalanan pun saya pun mendapatkan kebahagiaan itu…..Di saat saya bangun pagi, merasakan dingin dan sejuknya udara dikala subuh….waaahhh…ternyata kebahagiaankupun ada disitu.

Bila kekayaan itu tidak membahagiakan semua orang kaya dan sebaliknya bila kemiskinan itu tidak menyedihkan semua orang miskin, maka kebahagiaan itu tidaklah sesuatu yang spektakuler. Dia sangat sederhana, dia ada disekeling kita, bahkan dia ada dalam hati kita. Mudah bukan untuk memperoleh kebahagiaan? Dia sangat cantik, begitu anggun, begitu sederhana…..

Kebahagiaan itu begitu indahnya disaat kita berada dalam pribadi yang setia pada hal-hal yang benar……Bertutur kata yang benar, bertindak yang benar…akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup kita…Menjadi pribadi yang jujur, menjadi pribadi yang memberi….pun pasti memberikan kebahagiaan pada diri kita…..

Bahkan….satu hal mengapa saya selalu berbahagia dalam hidup saya….Bahwa saya sudah memiliki cintaNya. Cinta yang yang tak pernah mati, Cinta yang selalu menggairahkan kehidupan saya…..Cinta yang membuat saya tergila gila kepadaNya….Yang ingin selalu dekat denganNya…..

Ya, ketika Cinta itu datang dan menghampiriku…..Dia berkata kepadaku, disaat kamu merasa sendiri, tidaklah berarti bahwa kamu itu sendiri…..disaat kamu merasa bahwa tak seorangpun menginginkanmu, tidak berarti bahwa tak satupun orang yang peduli kepada kamu…..Cinta datang, selalu berada disisiku, dan Ia tidak akan pernah meninggalkan ku….Cinta tidak memberi semua yang saya mau, tapi Cinta memberi apa yang saya butuhkan, Dia yang lebih tahu apa yang aku butuhkan daripada saya sendiri…. Jadi, adakan alasan untuk mengapa saya tidak berbahagia? CintaNya kepadaku sudah lebih dari cukup mengapa kebahagiaan itu ada pada diriku……….

 

Sudahkah kalian berbahagia hari ini???

Have a nice day….. have a nice weekend……

By Al-Kaimiyah Project

Project 8 : Aku dan Nurul Huda

Masjid kampus UNS atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Nurul Huda UNS. Merupakan satu-satunya masjid terbesar yang berada di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta. Karena terletak di pusat aktivitas UNS, maka masjid Nurul Huda merupakan bagian yang tak terpisahkan dari berbagai aktivitas yang dilakukan di kampus UNS. Masjid Nurul Huda mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan dakwah Islam di UNS. Karena selain berfungsi sebagai sarana ibadah (sholat), masjid Nurul Huda juga berfungsi sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada civitas muslim UNS, khususnya mahasiswa muslim. Dari masjid Nurul Huda UNS inilah sudah banyak dilahirkan mahasiswa-mahasiswa muslim yang berakhlakul karimah dan mempunyai komitmen untuk memajukan dakwah Islam. Kondisi masjid Nurul Huda UNS saat ini, dilihat dari daya tampung sudah kurang memadai. Karena tiap tahun jumlah mahasiswa muslim di UNS semakin meningkat. Sedangkan dilihat dari kondisi fisik sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali atap yang bocor, kondisi eternit banyak yang jebol, lantai 1 timur selatan banyak bergelombang dan pecah disebabkan oleh kelabilan tanah. Hal ini disebabkan sudah tuanya usia masjid dan minimnya perbaikan yang dilakukan. Tapi inilah mesjid ku, mesjid kami. Mesjid sederhana yang membawa sebuah cerita dan cinta bagi saya.

Mesjid Nurul Huda (NH)

Mengenang masa masa beramadhan ketika masih menjadi mahasiswa baru UNS. Tahulah bagaimana kehidupan anak anak kos. Dalam kondisi serba terbatas, selalu berusaha mencari gratisan, bonusan dan lain-lain J. Saya ingat ketika menjadi mahasiswa baru di UNS, dan sedang menjalani OSMARU (Orientasi  Mahasiswa Baru) atau lebih dikenal ospek, di bulan Ramadhan itu sekitar bulan Agustus 2011. Menjalani ospek di bulan Ramadhan bukan hal mudah, ditambah asal saya yang dari luar kota Solo yaitu Bandung, tak bisa dipungkiri selalu ada kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga tercinta ketika hendak berbuka puasa. Namun, semua keinginan itu terkekang karena tahun itu Allah masih memberikan saya kesempatan untuk melaksanakan Ramadhan di tanah tarbiyah ini, Solo .

Apa yang paling dirindukan pada bulan Ramadhan? Sebagian orang akan mengatakan bahwa berkumpul bersama keluarga, shalat tarawih di mesjid bersama teman-teman, buka puasa bersama keluarga, ngabuburit setiap sore, atau bertakbir keliling kota di malam akhir Ramadhan. Semua itu yang selalu menjadi impian para-para musafir yang mencari ilmu di luar daerah yang jauh dari keluarga bahkan diluar negeri. Nilai dan suasana kebersamaan tidak akan bisa tergantikan dengan  bentuk apapun. Tapi, berbeda ketika saya mengenal Nurul Huda, saya menemukan kebersamaan itu, saya tak khawatir merasa sendiri. Di Nurul Huda ini saya mengenal yang namanya FPI , eits maksudnya adalah Front Pemburu Ifthor. Jadi buka bersama di Mesjid. Ini bahasa saya dalam memcari makanan gratis waktu itu , hehe.  Ini pengalaman menarik bagi saya, disepanjang serambi utara Mesjid Nurul Huda berjejer banyak orang dengan bersiap-siap memburu makanan untuk berbuka, sungguh unik dan aneh.

Tapi saya merasa bahagia, saya merasa bersama saudara-saudara saya. Ya walaupun dengan menu makanan seadanya tapi indahnya kebersamaan ini tak bisa saya tuliskan dengan kata-kata. Melihat wajah saudara-saudara saya tersenyum, ada candaan ditengah-tengah, bertemu dengan teman-teman baru yang sampai sekarang se aktivis bersama saya di Nurul Huda, sungguh Nurul Huda sebuah nama dan sebuah cerita bagi saya. Nikmatnya buka bersama di masjid kampus UNS, dapat mengobati kerinduan saya akan berbuka puasa bersama keluarga. Ah mungkin itulah salah satu indahnya ramadhan. Anak kos jangan khawatir kesepian, nikmati ramadhan dengan berbuka puasa bersama. Indahnya ramadhan.

By Al-Kaimiyah Project

Project 7 : Yogyakarta part 2 : Cukuplah Kematian sebagai Pengingatmu

Waduh saya baru sempat menulis lagi, banyak amanah yang harus saya selesaikan beberapa minggu ini. Alhamdulillah..

****

 

Siang itu, saya dan teman saya memilih untuk segera pulang ke Solo, sebenarnya ingin sore karena ada bedah buku yang sangat menarik sepertinya untuk diikuti, tapi berhubung tugas kita tidak hanya sekedar itu maka saya dan teman saya memutuskan untuk segera pulang. Hehe

Sepanjang perjalanan, sahabat saya menjalankan motor yang begitu cepat. Sebenarnya saya agak H2C atau harap harap cemas. Entah kenapa,  ada tragedi yang membuat saya trauma dengan yang namanya motor dan cepat. Jadi ceritanya, dulu ketika SMP saya pernah mengalami kecelakaan motor sampai gigi saya patah, dari sejak itu trauma itu muncul.

Yang jadi pertanyaan adalah, Apakah saya takut kecelakaan terus mati? Dan Saya belum siap?

MENGAPA TAKUT MATI ?

Padahal KEMATIAN HANYA KETIADAAN DI DUNIA ? Benar kan?

TAPI KENAPA TAKUT ?

Nikmat yang diakibatkan  oleh  kematian,  bukan  saja  dalam kehidupan   ukhrawi   nanti,  tetapi  juga  dalam  kehidupan duniawi, karena tidak dapat  dibayangkan  bagaimana  keadaan

dunia kita yang terbatas arealnya ini, jika seandainya semua manusia hidup terus-menerus tanpa mengalami kematian.

“Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk [67]:1-2)

Demikian  terlihat  bahwa  kematian  dalam  pandangan  Islam bukanlah  sesuatu  yang  buruk,  karena di samping mendorong manusia untuk  meningkatkan  pengabdiannya  dalam  kehidupan dunia  ini,  ia  juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati.

“Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu daripada dunia” (QS Al-Dhuha [93]: 4)”

Kalau  demikian.  mati  itu  sendiri  “lezat  dan   nikmat,” bukankah   tidur   itu   demikian?  Tetapi  tentu  saja  ada faktor-faktor ekstern yang dapat menjadikan  kematian  lebih lezat dari tidur atau menjadikannya amat mengerikan melebihi ngerinya   mimpi-mimpi   buruk   yang    dialami    manusia. Faktor-faktor  ekstern  tersebut muncul dan diakibatkan oleh amal manusia yang diperankannya dalam kehidupan dunia ini.

Jadi, Keyakinan  akan  kehadiran  maut  bagi  setiap  jiwa   dapat membantu meringankan beban musibah kematian. Karena, seperti diketahui, “semakin banyak yang terlibat dalam  kegembiraan, semakin   besar   pengaruh   kegembiraan   itu   pada  jiwa; sebaliknya,  semakin  banyak  yang  tertimpa  atau  terlibat musibah, semakin ringan musibah itu dipikul.”Ketika diingatkan akan kematian,

 

Ketakutan akan api neraka menjadi absurd

Berganti dengan ketakutan akan mati sendirian

Tanpa orang yang menguburkan

Tanpa orang yang mensholatkan

Tanpa orang yang mendoakan

Sampai bau busuk mengabarkan datangnya kematianku

 

Dan jika itu terjadi, maka api neraka telah berbayang

 

 

By Al-Kaimiyah Project

Project 6 : Yogjakarta part 1 : Malaikat Kecil itu Para Penghafal Qur’an, Masya Allah ..

Sekitar minggu lalu, saya bersama sahabat saya pergi ke Kota Jogja. Hanya sekedar  bersilahturahmi ke teman lain yang sekarang berkuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negri di kota itu. Bukan keindahan tentang Kota Jogja yang saya ingin bagi bersama kalian, lebih dari itu ! hehe J

**

Yogjakarta — Saya dan sahabat saya sampai di kosan teman kami sekitar sore. Sebentar mengobrol dan beristirahat, tak terasa hempasan angin dari kipas angin membuat saya tertidur lelap dan terbangun sekitar jam 5 sore, ditambah sore itu Kota Jogja diguyur hujan. Sungguh nikmat sekali untuk tidur setelah seharian di sepeda motor. 😀

 “Allahu Akbar.. Allahu Akbar… “

Tak terasa waktu magrib sudah tiba, kami ber-3 kemuadian bergegas menuju salah satu masjid terdekat dari kosan. (ini dia inti ceritanya ^^)

Ya, nama masjidnya adalah Masjid Nurul Ashri Deresan. Tak ada yang spesial dari kontruksi bangunan masjid ini. Mesjid sederhana tapi “sesuatu” 😀

Sesampainya di Masjid, saya bergegas masuk mesjid, terdengar iqomat sudah dikumandang dari tadi. Dan langsung menyambung shaf terakhir dalam shalat.. “Allahu Akbar….”

Selepas shalat, saya mencoba melihat ke beberapa sudut dan terlihat beberapa anak kecil di dalamnya. Dalam hati “wah mereka paling hanya sekedar mengaji ke masjid seperti anak-anak kecil di kampung saya, termasuk saya seperti itu ketika kecil”

Kami ber-3 kemudian kembali ke kosan  dan kembali ke Masjid ketika Isya, kami datang lebih awal tidak telat seperti waktu Magrib tadi. Tak ada kejadian spesial, selepas shalat isya kami bergegas ke kosan dan makan malam dan berputar-putar di Kota Jogja (hanya sekedar berputar tak membeli apapun hehe à mahasiswa ) J

Singkat cerita, kami kembali ke Masjid itu ketika waktu shubuh. Kami bangun lebih awal, dan bergegas ke masjid setelah adzan berkumandang. Tak mau ketinggalan 2 rakaat yang banyak keutamaannya ini.

Dua raka’at (qabliyah) shubuh pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no.1193)

Selepas shalat sunnah itu, sambil menunggu iqomat, saya duduk dengan sedikit agak mengantuk. Sambil menahan rasa kantuk, telinga saya menangkap lantunan ayat-ayat Qur’an. “Paling orang yang sedang mengaji”, dalam hati saya. Saya mencoba menoreh ke belakang saya, ternyata suara itu bukan berasal dari orang yang mangaji/membaca Qur’an, tapi dari orang yang sedang muro’jaah (red : mengulang hafalan qur’an), dan orang yang muro’jaah itu seorang anak kecil sekitar umur 6-7 tahunan. Masya Allah ..

Berarti tebakan saya kemarin salah, mereka bukan sekedar mengaji dan menenteng Iqra lagi seperti di kampung saya tapi mereka sudah para penghafal qur’an. Saya melihat mereka saling berhadapan dengan temannya untuk saling menghafal dan mengoreksi, ada juga yang terlihat memikul dagunya untuk agar tetap berdiri menahan ngantuk, mungkin semalem mereka hanya tidur beberapa jam karena menghafal. Saya iri sama mereka ! mereka diumur segitu sudah penghafal qur’an, sedangkan saya? Masih sibuk dengan konsep Aristoteles dan sibuk akan dunia. Astagfirullah L

Padahal, taukah janji Allah terhadap para penghafal Qur’an ? Allah menjanjikan seperti gambaran di bawah ini :

1.MEREKA ADALAH KELUARGA ALLAH SWT.

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Dari Anas ra. Ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah s.a.w bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Iaitu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

2.DI TEMPATKAN SYURGA YANG PALING TINGGI

Sabda rasulullah s.a.w:

“Dari Abdullah Bin Amr Bin Al Ash ra dari nabi s.a.w, baginda bersabda; Diakhirat nanti para ahli Al Quran di perintahkan, “Bacalah dan naiklah kesyurga. Dan bacalah Al Quran dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil pada waktu di dunia. Tempat tinggal mu di syurga berdasarkan ayat paling akhir yang engkau baca.”

3.AHLI AL QURAN ADALAH ORANG YANG ARIF DI SYURGA

Sabda rasulullah s.a.w “Dari  Anas ra. Bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda; “Para pembaca Al Quran itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni syurga,”

4.MENGHORMATI ORANG YANG MENGHAFAL AL QURAN BERERTI MENGAGUNGKAN ALLAH SWT.

Sabda rasulullah s..a.w  “Dari  Abu Musa Al Asya’ari ra.ia berkata bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”

5.HATI PENGHAFAL AL-QURAN TIDAK DI SEKSA

Sabda rasulullah s.a.w.

” Dari Abdullah Bin Mas’ud ra. Dari  nabi s.a.w. baginda bersabda: ” bacalah Al Quran kerana Allah tidak akan menyeksa hati orang yang hafal al-quran.

Sesungguhanya Al -Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Quran maka hendaklah ia bergembira.”

6.MEREKA LEBIH BERHAK MENJADI IMAM DALAM SOLAT

Sabda rasulullah s.a.w. :

“Dari Ibnu Mas’ud ra. Dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda; “yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca Al Quran.”

7.DISAYANGI RASULULLAH S.A.W

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Dari  Jabir Bin Abdullah ra. Bahawa nabi s.a.w menyatukan dua orang dari  orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad.

Kemudian nabi s.a.w. bertanya, “dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Quran?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka nabi s.a.w memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”

8.DAPAT MEMBERIKAN SYAFAAT KEPADA KELUARGA

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Dari  Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, “Barangsiapamembaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”

9.PENGHAFAL AL QURAN AKAN MEMAKAI MAHKOTA KEHORMATAN

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Dari  Abu Hurairah ra.dari nabi s.a.w. baginda bersabda: “orang yang hafal Al Quran nanti pada hari kiamatnanti akan datang dan Al Quran akan berkata; “Wahai Tuhan ,pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.” Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi:

“Wahai Tuhan tambahlah pakaiannya.” Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya. Al Quran lalu berkata lagi, “Wahai Tuhan, redailah dia.” Maka kepadanya di katakan; “Bacalah dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan.”

10.HAFAL AL QURAN MERUPAKAN BEKAL YANG PALING BAIK.

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Dari  jabir bin nufair, katanya rasulullah s.a.w. bersabda; “Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Quran.

11.ORANG TUA MEMPEROLEHI PAHALA KHUSUS JIKA ANAKNYA PENGHAFAL AL QURAN.

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Dari  Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

12.AKAN MENEMPATI TINGKATAN TERTINGGI DI DALAM SYURGA.

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Dari  Sisyah ra ia berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan syurga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Quran. Maka tingkatan syurga yang di masuki oleh penghafal Al Quran adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.

Semoga dengan memahami hal ini, kita semua bisa lebih terpacu untuk bisa menghafal Al Qur’an setiap harinya, semampu kita.

By Al-Kaimiyah Project

Project 5 : Marah, Untung Vs Rugi ?

hanya sekedar repost catatan lama, semoga bisa bermanfaat..

“Aduh .. M. Ahsan”

Kata terahir yang saya ucapkan setelah melihat kekalahan tim bulu tangkis Indonesia di Ganda Putra di semi final hari ini.

Terus terang saya lebih tertarik sama bulu tangkis daripada sepak bola, gak tau knp? Apa karena Taufik Hidayat satu daerah pedalaman sama saya Pangalengan, Bandung?**ga ada hubungan nya .. Haha

Balik ke topik ! 🙂
Saya agak nyesel juga ganda putra Indonesia bisa kalah, padahal saya yakin mereka mampu, cb liat saja permainan mereka di game pertama. Tapi percuma juga, toh saya marah pun tidak akan merubah hasil. Yang penting itu pembelajaran bagi M. Ahsan dan Bona S.
Satu point penting yang saya perhatikan yang menyebabkan mereka kalah adalah EMOSI/MARAH. Ya M. Ahsan yang mulai gak tenang di babak ke dua dan tiga karena mungkin sedikit emosi sama wasit yg minta pergantian shutle cock beberapa kali tidak di setujui, servise yang di anggap high service dll.
Karena Marah dan Emosi, hilang konsentrasi, main ngawur jadi kalah.. 🙂

**MARAH atau EMOSI

Apa sih untungnya Marah?

Menurut saya, marah itu manusia, saya yakin setiap orang pernah mengalamainya, dengan ekspresi yang beda-beda.
Saya juga tak luput dengan yang namanya MARAH atau EMOSI, ketika ada permasalahan teman, keluarga pasti kalau sedang marah rata-rata ngambil keputusan yang cepat tanpa berfikir jernih yang ujung-ujungnya nyesel !!
“Knp tadi bilang gitu..” contohnya kayak gitu ..

Nah yang saya tanyakan, Apakah setiap permasalahn akan selesai dengan marah? Sakit hati bisa terobati? JELAS TIDAK ada manfaatnya !

Tatalah hati supaya kita menjadi pribadi yg pemarah/mudah tersinggung. Sebab, kebiasaan marah akan menimbulkan tindakan buruk terhadap diri kita. :). Contohnya pemain bulu tangkis kita, bermain jd ga fokus.

Sabda Rasul : Bacalah ta’awwudz saat kemarahan menghampiri kita (HR Bukhari-Muslim)

“Ketahuilah sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat di dalam lehernya? Mk barang siapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)” (HR Tirmidzi)
Jika kita pandai mengelola kemarahan kita, hidup jadi tentram, pikiran jernih, kehidupan indah dan damai. Insya Alloh

Wallahu’alam

By Al-Kaimiyah Project

Project 4 : SOMBONG ? Apa Untungnya????

”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]

**

Saya yang sedang duduk-duduk diteras rumah bagian belakang, kebetulan di rumah saya itu ada kolam ikan. Terus saya lihat keponakan saya (kira-kira umur 7thn an) sedang bermain dengan sebuah miniatur kapal laut yang terbuat dari kertas.

Saya                 : “Lagi ngapain dek?”

Ponakan           : “Ayo om, ikut main. Bikin perahu (kapal) terus kita balapan.”

PERAHU??? PERAHU??

Wah saya jadi ingat akan sebauh perahu atau kapal pesiar terbesar di dunia tahun 1912. Nama kapal pesiar itu Titanic, kapal pesiar pertama terbesar di dunia saat itu yang mengangkut penumpang antar Antartik. Titanic sepanjang 269 meter dan 28 meter lebar, berat mati 46.328 ton, dan ketinggian dari permukaan air ke geladak setinggi 18 meter (sumber : wikipedia)

Selain itu juga, kemegahan kapal itu tidak hanya terbatas pada ukuran saja, Titanic dilengkapi dua mesin dengan empat silinder, tiga baling-baling, mampu menghasilkan kecepatan sampai 23 knot (43 km/jam). Titanic menawarkan fasilitas kolam renang, ruang olahraga, perpustakaan. Dan Titanic dianggap sebagai puncak arsitektur laut dan pencapaian teknologi.

Dari kemegahan itu, ada sebuah majalah yang mengatakan bahwa Titanic “Tidak Mungkin Tenggelam”, Titanic mampu terapung dengan baik walau setengah bagian kapal terisi air.

Tapi pada kenyataan nya apa kawan?

Titanic tenggelam dipelayaran pertamanya ! Titanic yang waktu itu berlayar dari Inggris menuju New York. Menabrak sebuah gunung es terapung di laut dan menelan banyak korban sampai 1500an.

**

Nah sekarang apa hubungannya  Titanic sama sombong?

Titanic yang pada saat itu dianggap sebuah kapal pesiar terbesar di dunia yang bisa mengangkut ribuan penumpang dengan kecanggihan teknologi dan arsitekturnya dikatakan “TIDAK MUNGKIN TENGGELAM”

Astagfirullah..

Hanya Allah Maha Perkasa yang tetap kekal dan hidup abadi selama-lamanya. Lalu apa yang membuat manusia pantas untuk merasa sombong?

Allah SWT lah yang memiliki lautan, Ia dengan mudah saja membalikan Titanic.

”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maa-idah:120]

Ada lagi yang sombong karena kekuatannya atau badannya yang kekar. Kita saksikan Samson yang dulu sanggup mengalahkan singa dengan tangan kosong kini sudah terbujur dalam tanah. Muhammad Ali yang dulu sering membanggakan diri sebagai yang terbesar (I am the Greatest) kini lemah terkena penyakit parkinson. Begitu tua orang sekuat apa pun akan jadi lemah. Begitu mati dia sama sekali tidak berdaya.

Fir’aun raja Mesir yang sombong saat ini telah menjadi mayat yang tidak berdaya. Fir’aun yang menggangap dirinya Tuhan dan merasa sombong, Allah SWT menenggelamkannya dalam lautan bersama para tentaranya.

Ada juga orang yang sombong karena wajahnya yang cantik dan rupawan. Padahal ketika tua, maka mukanya akan jelek dan keriput. Ketika sudah dikubur, maka wajahnya hanya akan tinggal tulang tengkorak belaka. Pantaskah manusia untuk bersikap sombong?

”Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Al Lahab:2]

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

Allah mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari air mani yang tidak berharga. Pantaskah manusia bersikap sombong?

”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” [Yaa Siin:77]

Jadi masih pantaskah kita merasa SOMBONG? Akan prestasi kita? Akan kekayaan kita? Kedudukan kita? Ketampanan kita? Kecantikan kita?

Yang perlu diingat, siapakah Maha pemberi nikmat itu semua … Allah SWT

Karena itu, Rasulullah SAW. berpesan kepada kita untuk menjauhi 3 (tiga) sifat buruk yang merupakan sumber malapetaka dan sumber kejahatan, yang salah satunya adalah sifat takabbur dan sombong. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir :

“Rasulullah Saw. bersabda: “Jauhilah oleh kalian sifat sombong, karena sesungguhnya Iblis tidak mau sujud kepada Adam dikarenakan terdorong oleh sifat sombong. Jauhilah oleh kalian sifat rakus, sebab karena sifat rakuslah Adam mau memakan buah pohon terlarang (khuldi). Dan jauhilah oleh kalian sifat dengki (hasud), sebab karena sifat dengki inilah seorang diantara anak Adam (manusia) membunuh saudaranya. Semua sifat tersebut adalah sumber dari segala perbuatan dosa.” (HR. Ibnu ‘Asakir dari Ibnu Mas’ud).

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111).

Wallahu’alam

By Al-Kaimiyah Project

Project 3 : Berani Gagal , kawan ! Ganbatte !!

Ketertarikan saya terhadap Negara Jepang bisa dibilang cukup tinggi. Mungkin sama halnya dengan mereka (perempuan-perempuan) yang sangat fanatisme sama boyband-boyband korea.. (_ _”)

Tapi ada bedanya kawan.. !!

Rasa ketertarikan saya bukan karena ada boyband asal Jepang. Malah saya anti (pake banget) sama yang namanya boyband. Saya tertarik ke Jepang, karena saya suka pemandangan disana, saya suka arsitek bangunan disana yang begitu khas dibanding negara-negara lain, saya suka budaya mereka, saya suka bunga sakura, fujiyama, kereta tercepat shinkansen dsb..

Ketertarikan saya tidak datang begitu saja kawan, saya mulai tertarik ketika mempelajari bahasa Jepang ketika di SMAKBo (?). Ketika mempelajari bahasa itu pertama kali, entah kenapa, daya magnet dari bahasa itu begitu kuat menarik saya. Padahal bagi teman-teman saya, sangat sulit, harus menghafal banyak huruf katakana, hiragana, kanji dsb. Tapi saya suka..

Coba bayangkan saja kawan : Negara Jepang berpenduduk sekitar 127 jiwa itu memiliki empat musim, yakni semi (Maret-Mei), panas (Juni-Agustus), gugur (September-November), dan dingin (Desember-Februari). Musim gugur dan musim semi direkomendasikan sebagai saat-saat yang paling baik untuk melancong ke sana karena udaranya sejuk dan pemandangannya sangat indah dengan ditandai warna-warni daun pepohonan dan mekarnya berbagai jenis bunga.

Ditahun terakhir sekolah di SMAKBo, saya mencoba mencari beasiswa ke Jepang. Ya program Munbukagakusho harapan saya saat itu. Kelengkapan administrasi coba saya lengkapi, bolak-balik sekolah dengan Kantor Dubes Jepang di Jakarta. Tapi, hasil tak seindah musim gugur di jepang kawan, SAYA GAGAL LOLOS MENDAPATKAN BEASISWA tersebut..

**

Tapi apa sebenarnya arti kata  gagal itu?

Arti gagal secara sederhana adalah pandangan sese-orang berdasarkan cara pandang orang lain dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Kegagalan akan menjadi mustahil apabila kita yakin bahwa tidak ada suatu pekerjaan yang harus dikerjakan hanya dengan cara-cara tertentu dan terarah sesuai dengan arahan orang lain.

Mungkin saya menulis ini, bukan berarti saya telah menjadi orang sukses. Disini, saya dan kalian sama-sama dalam proses pembelajaran menuju kesuksesan itu.

Mungkin saat ini telah banyak, orang membaca buku-buku orang sukses, atau mengikuti berbagai macam training motivasi menuju sukses. Menurut saya, itu merupakan suatu langkah baik. Tidak ada yang salah. Tapi, saya jarang sekali melihat orang-orang yang suka membaca buku tentang kegagalan dan menjadi orang gagal. Gagal dianggap menjadi satu kata yang dianggap tabu (kayak SILET aja, hehe)

Padahal seorang Nabi Muhammad pun pernah gagal dalam menyebarkan ajaran Islam. Setelah bertahun-tahun menyebarkan ajaran Islam dan mengajak orang-orang untuk kembali pada Islam, hanya beberapa orang saja sebagai pengikutnya. Apakah dengan pengikutnya yang sedikit menjadikan Nabi Muhannad seorang yang gagal? Tentu tidak!- dengan pengikutnya yang menyebar hingga seluruh penjuru dunia saat ini- Keterbatasan pengikut tidak menjadikan seorang Nabi Muhammad seorang yang gagal dan tidak menjadi orang yang sukses. Dari kegagalanlah Nabi Muhammad belajar untuk menjadi sukses – bisa dilihat hasilnya sekarang-, dari kegagalannya lah Nabi Muhammad menaklukkan musuh-musuh Islam. Hikmah yang bisa diambil dari Nabi Muhammad adalah selain belajar dari kegagalan, juga do’a yang tulus pada pencipta seluruh alam semesta ini, Allah SWT.

Jadi, Kegagalan bukan bahasa tabu bagi orang yang sukses. Orang sukses tidak akan pernah takut dengan yang namanya kegagalan. Orang sukses belajar dari kegagalan. Sedang orang gagal adalah orang yang takut dengan kegagalan sehingga dia tidak pernah mau mencoba. Orang gagal adalah orang yang tidak mau belajar dari kegagalan sehingga dia tidak berusaha kembali untuk memulai.

Semoga, kata gagal tidak menjadi tabu lagi bagi kita. Petiklah pembelajaran dari sebuah kegagalan untuk meraih kesuksesan, begitu kan yang diajarkan Nabi Muhammad. ^^

 

Wallahu’alam

By Al-Kaimiyah Project

Project 2 : Melukis (bukan benda bernyawa)

Melukis?

Alhamdulillah, satu kata dan kegiatan yang bisa mengekspresikan perasaan dan jiwa saya.

Hmm.. mungkin banyak cara orang mengekspresikan perasaannya dan imajinasinya, entah itu dapat berupa tulisan, atau membuat sajak atau puisi, atau melukis (tentunya bukan melukis benda-benda hidup ya.. ^^)

Biasanya mereka memilih cara yang sesuai dengan hobi mereka, biasanya sesuatu yang dikatakan hobi karena sering melakukannya tanpa melihat tempat, waktu sekalipun lagi capek dengan tugas kuliah yang begitu banyak.

Nah berhubung saya hobi menggambar, saya ingin sedikit berbagi sebuah artikel  “bagaimana cara belajar melukis” yang disampaikan oleh saudara saya.

**

Lukisan Akh Rizqon

Bunga Tulip

Banyak orang yang akhirnya tertarik untuk belajar melukis ketika sering kali tanpa sengaja melihat lukisan-lukisan di internet atau di restoran-restoran yang ia kunjungi. Awalnya biasa saja, lama-lama tertarik. ketertarikan pada lukisan pun beragam, ada yang menyukai tekstur dari sebuah lukisan, bentuk detail yang dilukiskan pelukis, maupun komposisi warnanya yang begitu eye catching, apalagi jika warna lukisan tersebut didominasi oleh warna kesukaannya.

Tahukah anda? Sesungguhnya melukis itu hanya membutuhkan sedikit persentasi dari bakat. Teknik melukis sebenarnya bisa dipelajari oleh siapapun meski ia tak memiliki bakat melukis sama sekali. Bahkan bakat ini pun beragam. Ada yang berbakat dalam meniru bentuk, ada yang bakatnya membuat bentuk, ada yang bakatnya dalam komposisi warna. Sering kali sebuah lukisan tampaknya menarik sekali meskipun bentuk objeknya tak karuan atau kurang proporsional. Lukisan tersebut lebih menonjolkan komposisi warna yang menarik sehingga bentuk tadi menjadi hal yang tak dipedulikan. Maka berlatihlah untuk mengembangkan apa yang kurang dari lukisan anda. Kuncinya adalah berlatih dan memperbanyak melihat lukisan agar timbul ide.

Lalu, bagaimana sebaiknya saya belajar? Dalam dunia seni rupa lukis, terdapat dua jenis cara belajar yang paling terkenal. Cara Eropa dan cara China. Seniman-seniman Eropa mengajari murid-murid sekolah lukisnya  dengan mengenali bentuk-bentuk dasar, seperti titk, garis, lalu bidang persegi, lingkaran, segitiga, kemudian bertahap mempelajari skala dan proporsi. Sedangkan pelukis-pelukis China yang sangat menjunjung tinggi nilai filosofi dari sebuah lukisan mengajarkan murid-murid mereka untuk meniru lukisan yang telah ada. Semakin mirip, maka kempampuannya dianggap telah meningkat. Hingga akhirnya murid tersebut bisa melukis sendiri tanpa meniru lukisan, tapi meniru objek asli ataupun ide dalam kepala mereka.

Mana yang lebih cocok untuk anda? Andalah yang lebih tahu mana yang lebih pas untuk anda. Saya sarankan, sering-seringlah melihat lukisan, baik di toko-toko buku, galeri atau museum, atau di internet yang sekarang sedang anda jelajahi. Dan jangan ragu untuk melukis sebuah objek nyata di depan anda untuk memperdalam penguasaan anda terhadap warna dan pencahayaan. Selamat Mencoba ! ^^ (Rizqon)

Sumber : averbrain.net

By Al-Kaimiyah Project